
ULTIMATE BLUETOOTH CELL PHONE SPY SOFTWARE
Jika belakangan ini kita merasa tidak aman karena tahu bahwa pemerintah mengawasi semua gerak-gerik kita dan komunikasi yang kita lakukan, baik melalui telepon, telepon genggam, internet, dan seterusnya, kini kita bisa melakukan hal yang kurang lebih sama.
Sebuah perangkat lunak bernama “Ultimate Bluetooth cell phone spy” telah memungkinkan setiap orang untuk melakukan kegiatan pengintaian yang diinginkan. Jangan sekali-sekali pikir bahwa ini merupakan hal yang ilegal karena nyatanya, kegiatan jual-beli software yang dilakukan oleh www.phonestealth.com ini legal.
Dengan software tersebut, kita bisa menghubungkan dua telepon tanpa memasukkan software itu ke telepon target. Jadi sepenuhnya tersembunyi dari pemilik telepon yang menjadi target.
Teknologi yang digunakan adalah teknologi yang sama dengan yang digunakan oleh lembaga keamanan di seluruh dunia seperti FBI dan CIA. Teknologi berupa program ini memungkinkan kita untuk memata-matai alat apapun yang Bluetooth-nya dalam keadaan aktif, baik telepon genggam maupun laptop. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah:
• Melihat daftar kontak
• Membaca pesan singkat (SMS)
• Melihat catatan telepon masuk dan keluar
• Mengatur telepon target untuk menelepon telepon kita kapanpun ada telepon masuk maupun keluar
• Melihat foto
• dan masih banyak lagi kegunaan lainnya.
Dengan program ini, tentu saja kita bisa memeriksa apakah pasangan kita berselingkuh, anak kita melakukan kegiatan-kegiatan yang tidak kita inginkan—pada dasarnya untuk mengetahui semua hal tentang semua orang.
Cara untuk men-download software tersebut mudah saja. Download-nya instan, dengan lima menit saja kita bisa segera memeriksa komunikasi orang manapun yang kita inginkan. Dua menit dibutuhkan untuk memproses aturan-aturannya dan dalam satu menit kita akan menerima e-mail dengan link yang bisa di-download. Proses tersebut berlangsung hanya sepuluh menit dan instalasi ke telepon milik anda sendiri membutuhkan waktu satu atau dua menit.
Secepat kilat, kita bisa mulai membaca sms istri/suami kita, mendengarkan percakapan telepon anak-anak, bahkan untuk mengetahui apa yang bos dan tetangga kita katakana. Semua ini dilakukan dengan penuh kerahasiaan, artinya mereka tidak akan pernah tahu kita melakukan hal itu semua. Kelebihan software ini adalah ia bisa digunakan di semua jenis telepon, semua Negara dan jaringan, bahkan komputer.
Sumber: www.phone.stealth.com dan www.e-stealth.com
peta bandung
Kamis, 07 Mei 2009
Mencuri Informasi dengan Telepon Genggam
Diposting oleh
actum communication
di
01.29
1 komentar
Dial4Light: Hemat Energi untuk Bumi

Pernahkah Anda terbayang bisa menggunakan telepon genggam untuk turut menyelamatkan planet kita? Pemanasan global telah menjadi isu yang ramai dibicarakan dan membuat banyak berupaya untuk menciptakan alat-alat hemat energi.
Penggunaan listrik merupakan salah satu penyebab semakin besarnya jumlah pengeluaran emisi gas rumah kaca. Mengingat hal ini, lampu-lampu jalan tentu terasa menjadi salah satu bentuk pemborosan energi yang bisa kita pikirkan. Bayangkan, setiap malam selalu ada saja orang yang membutuhkan sedikit penerangan untuk menemukan jalan untuk pulang. Namun kalau dipikirkan dengan akal sehat, tak seharusnya kita membiarkan lampu terus menyala sepanjang malam, padahal ia hanya dibutuhkan untuk beberapa menit saja.
Inilah yang melatarbelakangi mengapa sejumlah kota di Jerman menciptakan dan mempergunakan Dial4Light. Yaitu sebuah sistem yang memperkenankan penggunanya untuk menghidupkan lampu jalanan dengan telepon genggam mereka. Setelah mereka menekan tombol (dial) untuk menyalakan lampu, lampu tersebut akan mati secara otomatis setelah sekitar lima belas menit.
Kota-kota yang telah mengimplementasikan sistem tersebut telah membuktikan bahwa terjadi penurunan sebesar dua puluh lima persen pada tagihan listrik mereka. Ini sudah cukup menguatkan pentingnya penerapan sistem Dial4Light seperti ini di semua kota.
Tentu saja, sistem tersebut masih meninggalkan sejumlah tanda tanya. Sebagai contoh, bagaimana penggunanya akan tahu nomor berapa yang harus ditekan untuk menyalakan lampu yang dia inginkan? Bisa saja setiap lampu diberi tanda, tapi hal ini tidak akan banyak berguna jika kondisinya sudah sangat gelap (kecuali diberi penerangan dengan telepon genggam). Salah satu cara yang mungkin bisa dilakukan adalah dengan menggunakan sensor gerak.
Terlepas dari kekurangan yang ia miliki. Dial4Light membuktikan bahwa telepon genggam tidak hanya menjadi residu untuk bumi. Ia telah berada di jalur yang tepat untuk membuat sebuah alat, khususnya telepon genggam, untuk menghemat energi. Selanjutnya, diperlukan sistem-sistem serupa untuk benar-benar “save the planet”.
Source: www.coolestgadgets.com
Diposting oleh
actum communication
di
01.13
0
komentar
Rabu, 06 Mei 2009
Berbicara Tanpa Menggerakkan Mulut? Kenapa Tidak!!
Salah satu alasan munculnya Handphone adalah demi ke-pribadi-an dalam berkomunikasi. Namun, ketika Anda harus menjawab telepon di tempat umum, tidak menutup kemungkinan seseorang iseng "menguping" pembicaraan Anda bukan? Kadang, Anda butuh berbicara dengan lebih privat walau Handphone sebenarnya sudah cukup personal.
Well, tidak hanya Anda yang berfikir seperti itu. Para ahli pun menemukan solusi untuk masalah seperti ini. Sebuah alat seperti kalung yang bisa menerjemahkan pesan langsung dari neuron otak Anda.
Cara kerjanya sederhana. Anda tinggal melingkarkannya di leher Anda (sekaligus bisa menjadi aksesoris - jika Anda pecinta gaya) dan memikirkan apa yang akan Anda katakan.
Untuk lebih jelasnya simak video berikut.
Ya, bisa dilihat, alat ini memang belum sempurna. Komunikasinya masih lambat dan hanya bisa menerjemahkan 150 kata. Namun, penelitian tidak akan berhenti sampai di sini bukan? Inovasi berikutnya pasti tengah dikembangkan...
Inovasi ini didemonstrasikan oleh Michael Callahan, CEO dan co-founder of Ambient Corp. pada Maret tahun lalu.
It's a step above thinking but a step below speaking, jelas Callahan seperti yang dikutip Information Week.
Beberapa contoh masyarakat yang telah mencoba memanfaatkan teknologi ini bisa dilihat pada video di bawah.
Selain itu, ada juga sebuah alat komunikasi yang menarik, lensa kontak yang bisa digunakan sebagai alat komunikasi.
Dengan lensa kontak yang terpasang pada mata Anda ini, Anda bisa melakukan percakapan seperti bercakap menggunakan HP.
jangan lupa, tinggalkan komentar Anda setelah membaca tulisan ini dan isi kotak polling...
link-link terkait...
http://www.jumpthecurve.net/index.php/recent_posts/voiceless_communication_its_coming
http://www.nanofuture2030.com/?p=44
http://www.informationweek.com/news/mobility/business/showArticle.jhtml?articleID=206903532
video:
http://www.youtube.com/v/xyN4ViZ21N0&rel=0&border=1&color1=0xb1b1b1&color2=0xcfcfcf&feature=player_embedded&fs=1
http://www.youtube.com/v/qUioNg_Yw-A&color1=0xb1b1b1&color2=0xcfcfcf&feature=player_embedded&fs=1
Diposting oleh
actum communication
di
06.24
0
komentar
Rabu, 08 April 2009
Ya! Internet Bukan Media Massa. Anda Setuju?
“Internet bukan media massa!”
Percaya atau tidak, itulah yang diucapkan oleh seorang dosen Jurnalistik Fikom Unpad, Dandi Supriadi. Sayangnya, tidak seorangpun mahasiswanya sempat bertanya, apa alasan ia melontarkan pernyataan tersebut. Tentu saja, karena pak Dandi menugaskan para mahasiswanya untuk menemukan sendiri jawabannya.
Kita tidak harus setuju dengan pernyataan pak Dandi tersebut, dan kita juga tidak harus menentang pernyataan tersebut. Yang harus kita temukan adalah mencari alasan, mengapa pak Dandi mengeluarkan pernyataan tersebut.
Kami mulai melakukan survey kecil kepada beberapa orang yang tidak terlibat langsung dengan ilmu komunikasi tapi sering membenamkan diri dengan internet. Kami bertanya kepada mereka “Apakah menurut kamu internet itu media massa?” dan kami tidak terkejut karena hampir 90% dari mereka menjawab “Ya!”.
Di lain kesempatan, kami bertanya kepada mahasiswa yang cukup intens terlibat dengan ilmu komunikasi. Di sini kami mulai menemukan beragam jawaban. Tidak sedikit yang mengatakan “Tidak, internet bukanlah media massa.” Namun, banyak juga yang mengatakan “Ya.”
Kami mulai mencari dari berbagai literatur.
Mengutip dari Laquey (1997), internet merupakan jaringan longgar dari ribuan komputer yang menjangkau jutaan orang di seluruh dunia. Misi awal internet adalah menyediakan sarana bagi para peneliti untuk mengakses data dari sejumlah sumber daya perangkat keras komputer yang mahal.
[LaQuey, T. (with J. Ryer), "The Internet Companion: A Beginner's Guide to Global Networking", Addison-Wesley, Reading, MA, 1992] (2007-09-27)
Pernyataan ini bisa kita hemat menjadi, “Internet hanyalah sebuah wadah komunikasi, bukan media massa.”
Namun, dalam sebuah halaman internet, tertulis seperti ini, “Internet disebut juga media massa kontemporer, karena memenuhi syarat-syarat sebagai sebuah media massa, seperti antara lain : ditujukan kepada sejumlah khalayak yang tersebar, heterogen, dan anonim serta melewati media cetak atau elektronik, sehingga pesan informasi yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat oleh khalayaknya. http://re-searchengines.com/mangkoes6-04.html
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dituliskan, “Media massa adalah sarana dan saluran resmi, sebagai alat komunikasi untuk menyebarkan berita dan pesan kepada masyarakat luas.” (Kamus Besar Bahasa Indonesia, hlm 569, Balai Pustaka)
Jika kita menilik dari syarat-syarat internet itu sendiri, kita akan berfikir bahwa internet adalah media massa. Namun, kita juga harus tahu sebenarnya apa internet tersebut dan apa saja batasannya.
Sebelum internet dilahirkan, televisi ditetapkan sebagai media massa. Radio juga ditetapkan sebagai media massa. Begitu pula dengan penerbitan cetak, semua orang berpendapat bahwa semua itu adalah media massa. Ketika internet muncul, muncul pula perdebatan apakah internet termasuk kepada media massa atau tidak.
Kutipan dari sebuah blog mengatakan “Internet menjadi wadah sekaligus saluran tempat media online bersarang. Ibaratnya, internet adalah kertas yang digunakan untuk membuat media cetak. Atau antena yang mengantarkan sinyal untuk media elektronik.” http://sepersekiandetik.multiply.com/journal
Lantas, apa bedanya dengan televisi dan radio. Kedua hal tersebut juga merupakan alat yang menghantarkan gelombang untuk diterjemahkan secara audio dan visual.
Lalu muncul pula analogi menarik antara internet dengan kertas. Kertas adalah wadah, sama seperti internet. Dan kertas tidak dikatakan sebagai media massa. Baru ketika kertas tersebut diolah menjadi sebuah kesatuan yang berisi informasi yang disebar pada khalayak, barulah ia dikatakan sebagai media massa. Itu pun dengan nama yang berbeda. Ada yang mengatakan Koran, majalah, dan lain sebagainya.
Analogi terakhir ini cukup menarik untuk kita bahas. Internet tidak lebih seperti kertas tersebut. Ia hanyalah sarana. Barulah ketika ia diolah menjadi sebuah halaman situs, blog, atau semacamnya, ia beralih fungsi menjadi internet.
Bagaimana dengan televisi? Secara teknis, televisi dan internet memiliki sedikit perbedaan. Televisi memiliki kemampuan agenda setting yang luar biasa besar disbanding internet. Televisi dan radio bisa “memaksa” pemirsanya untuk mengakui peran ke-massa-annya. Hal inilah yang tidak dimiliki internet dan membuatnya tidak menjadi media massa.
ActComm.
linked pages:
www.cyberjournalism.wordpress.com
http://id.wikipedia.org/wiki/Sejarah_Internet
http://sangburunghantu.multiply.com/journal
http://sepersekiandetik.multiply.com/journal
images from: http://inventorspot.com/files/images/internet_0.img_assist_custom.jpg
Diposting oleh
actum communication
di
05.49
3
komentar
Label: opinion
